JALAFILES, Palu – Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Hidayat Pakamundi memberikan atensi penuh atas digelarnya Pameran Khusus Koleksi Arkeologi, di Auditorium UPT Museum, Dinas Kebudayaan Sulteng, 17 – 22 November 2025.
Hadir dalam acara pembukaan Pameran, Senin (17/11/2025), Hidayat menyatakan, kegiatan yang menampilkan berbagai benda artefak peninggalan masa lampau, merupakan salahsatu cara merawat dan melestarikan jejak peradaban. Warisan artefak peninggalan, katanya, menjadi pintu masuk pengungkapan sejarah.
“Pameran khusus koleksi arkeologi ini adalah langkah penting dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan kembali jejak peradaban Sulawesi Tengah kepada masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan, Nusantara, termasuk wilayah Sulteng, memiliki warisan sejarah yang kaya, dan sudah semestinya dijaga dengan baik agar tidak hilang dan terlupakan. Karenanya, Hidayat mengapresiasi UPT Museum Sulteng yang berinisiatif menggelar pameran.
“Kita memiliki warisan sejarah yang sangat kaya, dan tugas kita bersama adalah memastikan bahwa kekayaan ini tidak hilang ditelan zaman. Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah memberi apresiasi tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan UPT Museum serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ucapnya.
Menurutnya, peran museum tidak sekadar sebagai tempat menyimpan benda-benda arkeolog, tapi bisa menjadi garda utama dalam memberikan edukasi terkait jejak-jejak kesejarahan. Untuk itu, Hidayat menegaskan, lembaganya akan mendorong upaya pelestarian sejarah dan budaya.
“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang harus terus hidup, berkembang, dan dapat diakses luas oleh generasi muda. Karena itu, kami berkomitmen mendorong penguatan program pelestarian budaya, peningkatan kualitas fasilitas museum, serta perluasan kegiatan literasi sejarah yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat,” tandasnya.
Melalui kegiatan pameran ini, Hidayat berharap, masyarakat bisa melihat dan mendapatkan wawasan tentang bagaimana rekam jejak perjalanan dan falsafah hidup orang-orang terdahulu.
“Harapan kami, pameran ini mampu membuka wawasan baru tentang perjalanan panjang peradaban daerah kita, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Sulawesi Tengah. Dengan mempelajari masa lalu, kita dapat membangun masa depan yang lebih kuat dan berkarakter.”
Pameran yang mengusung tema “Jejak Peradaban, Benang Merah Masa Lalu, Kini, dan Esok” dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto. Selain Hidayat, turut hadir dalam pembukaan Kepala UPT Museum Rim, Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng Andi Kemal Lembah, Dinas Pendidikan Sulteng, Bank Indonesia, Kodam XXIII/Palaka Wira, Balai Pelestarian Kebudayaan Sulteng, praktisi kebudayaan dan kalangan akademisi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pahlawan 2025, sekaligus upaya memperkuat pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat Sulawesi Tengah.
DPRD Sulteng berharap penyelenggaraan pameran kebudayaan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya memperkuat literasi sejarah, membangun karakter generasi muda, dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah. (Fad)
















