JALAFILES, Palu – Warga RT 005 RW 006 Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, menyampaikan keluhan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di tempat tinggal mereka.
Saat menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Kota Palu Rienhard Vester Tama, Senin (20/10/2025), warga yang mendiami komplek perumahan Lasoani Bawah itu menyuarakan harapan agar Rienhard bisa membantu kesulitan yang mereka rasakan.
Menurut salah seorang warga, sumber air bersih yang mereka dapatkan semata mengandalkan jaringan PDAM Donggala yang pasokannya tidak lancar. Bahkan, sebutnya, bila memasuki musim penghujan warna air berubah kecoklatan karena bercampur lumpur.
“Air PAM begitu sulit didapat karena tidak lancar. Bahkan ketika hujan kita mendapatkan air seperti (warna) teh susu. Jadi bagaimana caranya agar di BTN Lasoani ini bisa dialiri air bersih,” ujarnya.
Pernyataan warga itu diamini Ketua RT 005. Dia berpendapat, sulitnya air bersih di RT 005 RW 006 akibat masih bergantung pada PDAM Donggala yang tingkat pelayanannya di kota Palu belum maksimal. Apalagi, katanya, sumber air PDAM Donggala yang dialirkan ke warga berasal dari sungai, sehingga mutu air sangat bergantung dari kondisi sungai.
“Yang menjadi kendala di kita, ini PDAM-nya PDAM Donggala. Kemudian yang menggunakan warga kota Palu. Kebijakan di Donggala itu imbasnya ke kita. Ini sudah saya sampaikan dimana-dimana,” ucapnya.
Ia berharap, peran PDAM Kota Palu bisa lebih dioptimalkan melalui pembangunan jaringan pipanisasi yang menjangkau hunian warga serta peningkatan kapasitas debit air sehingga kebutuhan air bersih untuk warga bisa tertangani dengan baik.
Ia sepakat dengan warga, solusi jangka pendek yang bisa dilakukan adalah pembuatan sumur bor, sebagaimana hal itu berlaku di komplek perumahan Lasoani Atas.
Terkait pembuatan sumur bor, Rienhard menyatakan kesediaannya untuk membantu memfasilitasi dengan pihak Pemerintah Kota Palu. Namun, ia meminta agar warga menyediakan lahan wakaf untuk dijadikan titik lokasi pengeboran serta penempatan bak penampung air.
“Ini sudah masuk sebagai permintaan warga, apalagi ini kan untuk kepentingan orang banyak. Cuma yang mau saya tanyakan titik lokasi untuk dibuatkan penampungan air. Kan tidak mungkin sumur bornya satu orang satu,” ujarnya ringan.
Hal lainnya yang menjadi permintaan warga adalah pembangunan drainase serta perbaikan jalan. Terhadap hal itu, politisi Partai Perindo tersebut berjanji akan berkomunikasi dengan OPD terkait, termasuk kemungkinan permintaan itu akan ia sampaikan langsung ke Walikota Palu.
Dikesempatan itu, Rienhard membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga yang hendak menyampaikan aspirasinya.
“Kalau ada warga yang segan menyampaikan secara terbuka, silahkan isi lembar aspirasi yang disediakan staf sekretariat,” ujarnya.
Namun begitu, Rienhard mengingatkan, bahwa tindaklanjut terhadap aspirasi yang disampaikan tetap mengacu pada mekanisme yang sudah ditetapkan. Dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, maka prioritas terhadap aspirasi mengedepankan azas manfaat untuk orang banyak.
Dalam kegiatan resesnya di Kelurahan Lasoani itu, Rienhard didampingi oleh Lurah Lasoani serta perwakilan dari OPD terkait. (Fad)
















