JALAFILES, Palu – Menutup jadwal reses Masa Persidangan III Tahun Kesatu Tahun Anggaran 2025, Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) HM Arus Abdul Karim, menggelar audiensi dengan pengemudi ojek online (ojol) se-Kota Palu.
Audiensi dilaksanakan di rumah aspirasi HM Arus Abdul Karim, jalan Danau Talaga, Jum’at (19/9/2025), dalam reses hari terakhir dari empat hari jadwal kegiatan reses yang digelar oleh Arus pada minggu ketiga di bulan September ini.
Hampir 100 pengemudi ojol dari aplikator penyedia layanan ojek online Maxim, memadati acara reses. Sejumlah pengemudi aktif melakukan dialog dengan Arus. Mereka memanfaatkan kesempatan beraudiensi dengan Ketua DPD Partai Golkar Sulteng itu dengan meminta sejumlah hal terkait status mereka sebagai pengemudi ojol.
Anca misalnya. Mewakili rekan-rekannya sesama pengemudi ojol Maxim, meminta kepada Arus agar bisa memfasilitasi penghapusan ketambahan biaya food yang separuhnya dibebankan kepada pengemudi.
Menurut Anca, meski nilainya terlihat kecil, namun bila diakumulasi dengan jumlah orderan pengantaran, maka nilai itu cukup membebani pengemudi. Anca meminta agar biaya tersebut ditiadakan.
“Cukup membebani kami pak,” tandas Anca disahuti riuh rekannya.
Ia juga meminta bantuan dari Arus berupa peralatan usaha cuci motor secara kelompok guna penghasilan tambahan untuk para pengemudi.
Selain itu, harapan lain yang disampaikan Anca adalah renovasi basecamp Maxim yang tepat berada disamping rumah aspirasi Arus. Basecamp tersebut dinilai kurang layak sebagai tempat mangkal yang nyaman.
Senada Anca, Nico juga meminta penyediaan sarana dukung basecamp seperti dispenser untuk seduh kopi dan unit televisi.
“Anak-anak 1 x 24 jam ada di pos (basecamp). Kadang-kadang anak-anak itu capek di basecamp kami itu pak, jadi kalau bisa pak kami dibantu dispenser. Kalau ada tivi biar yang kecil boleh juga pak,” harap Nico, yang juga tercatat sebagai ketua komunitas Ngalong, disambut riuh para pengemudi.
Tampil pula Lancy. Pengemudi ojol wanita itu meminta agar di setiap kecamatan bisa disediakan pangkalan ojol. Pangkalan dimaksudkan agar ada tempat bagi pengemudi untuk beristirahat sembari mengisi ulang daya baterai ponsel.
Menanggapi sejumlah permintaan itu, Arus mengatakan bila sifatnya bantuan peralatan usaha secara berkelompok maka permintaan harus disertai proposal. Terkait permintaan alat dukung basecamp, ia akan menghitung secara cermat besaran biaya.
Dikatakan, bila nilai itu bisa ia biaya dari kantung pribadinya maka akan segera direalisasikan ketimbang harus melewati mekanisme pengajuan lewat pemerintah yang prosesnya cukup meminta waktu. (Fad)
















