JALAFILES, Palu – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tadulako (Untad) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam.
Acara peluncuran dilaksanakan, di Aula FK Untad, Kamis (12/02/2026) dan disaksikan langsung oleh Rektor Untad Prof Dr Amar.
Saat menyampaikan laporan dalam acara peluncuran, Dekan FK Untad Dr dr M Sabir mengatakan bahwa pembukaan PPDS Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi serta Ilmu Penyakit Dalam tak terlepas dari tujuan yang ingin dicapai negara dalam kerangka pembangunan kesehatan nasional yang merata.
Kebijakan ini, sebutnya, selaras dengan prioritas pemerintah dalam mempercepat implementasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis, khususnya di wilayah timur Indonesia.
“Kebijakan ini merupakan prioritas nasional untuk mempercepat akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis, sekaligus membuka peluang bagi universitas di wilayah strategis untuk menyelenggarakan pendidikan spesialis tanpa mengabaikan standar mutu,” ungkapnya.
Sabir membeberkan, ada tiga target utama yang ingin dicapai, yakni ketersediaan tenaga kesehatan dalam jumlah yang seimbang, distribusi yang merata, serta penguatan sinergitas antar-institusi pendidikan kedokteran guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan pimpinan universitas agar program ini dapat tumbuh berkesinambungan.
Menanggapi harapan itu, Wakil Gubernur Sulteng dr Reny Lamadjido, yang juga hadir dalam acara, menegaskan komitmen Pemprov mendukung penuh keberlangsungan PPDS Untad, baik secara moral maupun melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.
“Pemerintah Provinsi siap mendukung sarana dan prasarana untuk PPDS ini,” jawabnya.
Bagi Reny, kehadiran PPDS Untad sejalan dengan program “Berani Sehat” dan “Berani Cerdas” yang dicetuskan Pemprov. Menurutnya, peluncuran program ini merupakan keputusan strategis mengingat kebutuhan dokter spesialis di sejumlah wilayah di Sulteng masih jauh dari tercukupi.
Reny berharap, dengan diluncurkannya program ini, ketimpangan persebaran tenaga medis spesialis nantinya bisa teratasi.
Selain dukungan fasilitas, Pemprov juga menyatakan kesiapan membantu pembiayaan pendidikan sebagai investasi jangka panjang peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya, Prof Dr Amar mengatakan, peluncuran PPDS FK Untad merupakan langkah penting mewujudkan penguatan layanan kesehatan di Sulteng.
Dikatakan, peluncuran ini adalah awal dari dharmabakti dunia pendidikan, khususnya bidang studi ilmu kedokteran, untuk menghadirkan tenaga kesehatan berkualitas sekaligus memiliki nilai keluhuran budi pekerti.
“Launching hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan dokter spesialis yang unggul secara keilmuan dan luhur dalam pengabdian,” tekan Amar
Karenanya, Amar berpesan, penyelenggaraan PPDS harus dibarengi dengan penguatan mutu akademik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi antar universitas, rumah sakit, pemerintah daerah, dan organisasi profesi.
Keberhasilan program ini, sebutnya, akan diukur dari produk lulusan yang berkualitas, cakap serta mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, para lulusan juga memiliki hasrat pengabdian yang tinggi tanpa terhalang oleh wilayah tugas sehingga pemerataan tenaga dokter spesialis di Indonesia Timur bisa dirasakan.
Pada bagian lain, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Dr Fauzan secara daring menyampaikan apresiasi atas dibukanya tiga PPDS di FK Untad sebagai bagian dari program nasional percepatan pemenuhan tenaga medis spesialis dan subspesialis.
“Peluncuran PPDS FK Untad merupakan capaian nyata dalam program akselerasi pemenuhan dan distribusi tenaga medis spesialis di Indonesia untuk mewujudkan Asta Cita dan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Fauzan mendorong Pemprov Sulteng dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan program melalui pembiayaan pendidikan, pemberian insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan milik pemerintah daerah.
Pada peluncuran PPDS ini, dukungan juga diberikan oleh Dekan FK Unhas. Melalui Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unhas, Prof dr Agussalim Bukhari Ph.D, FK Unhas menyatakan bahwa pembukaan program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional dan program quick win dalam percepatan pemenuhan dokter spesialis, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi peluncuran secara simbolik yang dilanjutkan dengan penandatanganan bersama antara rumah sakit pendidikan dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan dokter spesialis di Sulteng. (Fad).
















