JALAFILES, Palu – Menjalani reses hari terakhir masa persidangan caturwulan I tahun 2026 di jalan Bayam, Kelurahan Balaroa, Jum’at (6/2/2026) malam, anggota DPRD Kota Palu Nurhalis Nur bertemu dengan warga dari 4 Kelurahan di Kecamatan Palu Barat, yakni Kelurahan Donggala Kodi, Balaroa, Ujuna dan Kamonji.
Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah memenuhi undangan resesnya. Ia juga berterimakasih tetap dipercaya mengemban amanah mengawal aspirasi yang dititipkan padanya.
Nurhalis membuka reses dengan mengajak warga untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Di reses terakhir itu, Nurhalis menjelaskan tentang progres proposal usulan yang disampaikan padanya.
Dikatakan, proposal usulan yang sudah masuk dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sejak bulan Februari nilainya mencapai Rp 1 milyar.
Namun, kata Nurhalis, akibat adanya kebijakan efisiensi rencana realisasi usulan hanya dianggarkan sebesar Rp 250 juta.
Karenanya, ia berharap warga bisa memahami kondisi keuangan yang tengah dialami oleh pemerintah.
Politisi PKS itu menyebut, bahwa di bulan Desember 2025 sebanyak 17 warganya telah mendapatkan bantuan modal usaha Rp 2 juta per orang.
“Di Desember kemarin ada masyarakat yang dapat bantuan modal usaha, namanya BU, lewat kami itu kurang lebih 17 orang,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bantuan peralatan hajatan lewat usulan KUBE senilai Rp 35 telah pula terealisasi. Nurhalis mengingatkan warga untuk tidak segan meminjam peralatan tersebut manakala dibutuhkan untuk hajatan. Pasalnya, sudah ada kesepakatan bahwa peralatan dimaksud bisa digunakan warga.
Namun, tekan Nurhalis, harus disertai tanggungjawab menjaga dan merawat.
“Kalau ada yang bikin hajatan, pesta kawin, aqiqah atau syukuran silahkan bisa digunakan. Tapi, kalau ada hilang atau rusak konsekuensinya harus mengganti,” pesannya.
Kegiatan reses kali ini Nurhalis tidak membuka sesi dialog atau tanya jawab dengan warga, baik itu terkait dengan penyampaian usulan maupun keluhan.
Dia menilai, usulan ataupun keluhan terkait apapun yang hendak disampaikan warga bisa kontak langsung via nomor pribadinya. Baginya, komunikasi langsung antara dirinya dan warga tak kalah efektif dan efisien dalam hal menjaring aspirasi.
Jalannya kegiatan reses sendiri dipenuhi tawa dan keakraban. Nurhalis tampaknya paham betul bagaimana cara membangun relasi antar warga dan juga dengan dirinya tanpa terhalang oleh jarak dan status. (Fad)
















