JALAFILES, Palu – Warga yang bermukim di kompleks perumahan jalan Vatugusu, Kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, tampaknya akan bisa merasa tenang.
Pasalnya, jalan Vatugusu, yang menjadi akses utama rutinitas harian mereka, akan segera ditingkatkan statusnya menjadi jalan sekunder beraspal.
Demikian hal itu terungkap dalam reses hari terakhir anggota DPRD Kota Palu Rini Haris, Sabtu malam (22/8/2026).
Menjawab aspirasi seorang warga yang hadir dalam reses terkait kondisi jalan Vatugusu yang masih berupa tanah berbatu, Nanang, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, yang mendampingi Rini dalam reses itu, mengatakan bahwa pekerjaan pengaspalan Vatugusu sudah diagendakan paling lambat akhir tahun 2026.
“Saya sudah komunikasi dengan pak Kadis (PU), Insya Allah tahun ini Vatugusu akan kami aspal,” ujar Nanang disambut riuh audiens reses.
Permintaan pengaspalan jalan Vatugusu sendiri memang bukan hal baru. Warga sudah kerap menyampaikannya kepada pemerintah. Bahkan, terkait hal itu, Rini Haris mengaku cukup intens mengawal.
Terbaru, Rini menyebut, telah mengubungi Kepala Dinas (Kadis) PU Kota Palu Ismayadin Parigade guna menanyakan progres jadwal pengaspalan.
“Saya tadi telepon pak Kadis, bagaimana jalan saya (Vatugusu) ? Sengaja saya ulur juga reses ini, karena saya juga tidak mau saya reses jalannya masyarakat di sini yang kita usulkan belum teraspal,” ungkap Rini.
Selain Vatugusu, di reses itu warga juga menyampaikan berbagai persoalan. Salah satunya dari warga bernama Jamaludin Parenrengi. Ia mengatakan, kondisi drainase di kompleks perumahan Citra Pesona Indah perlu mendapat perhatian. Sebab, menurutnya, imbas tak optimalnya fungsi drainase bisa merusak badan jalan.
Jamaludin juga mengeluhkan problem ternak yang masih dibebasliarkan. Ternak-ternak ini merusak tanaman warga, dan hal itu bisa memicu konflik antar individu.
Malik, warga lainnya, menyampaikan perlunya penataan dan penertiban di area pasar Lasoani. Pasalnya, disetiap berlangsung hari pasar (Rabu dan Sabtu), situasi jalan disekitarnya sesak oleh kendaraan sehingga relatif menghambat pengguna jalan.
Malik juga meminta penerangan di jalan baru yang menghubungkan Tanamodindi, Poboya, Lasoani dan Kawatuna untuk meminimalisir lakalantas dan tindak kriminal.
Menjawab Malik, Rini Haris mengatakan akan membangun komunikasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan. Rini setuju, penertiban kawasan pasar Lasoani perlu dilakukan agar fungsi jalan tetap bisa optimal.
Pada bagian lain, keluhan disampaikan oleh ibu Niru. Janda anak dua ini menilai program Bantuan Sosial (Bansos) banyak yang tidak tepat sasaran. Ia mencontohkan, ada penerima Bansos yang notabene statusnya seorang ASN PPPK. Sementara dirinya, yang punya pekerjaan serabutan, sama sekali tak tersentuh program tersebut.
Baginya, seorang janda tanpa pekerjaan tetap, lebih layak mendapatkan bantuan. Merespons keluhan Niru, Rini Haris meminta pihak Kelurahan dan Dinas Sosial Kota Palu agar mendata kembali warga pra-sejahtera yang layak mendapatkan Bansos.
Pada reses hari terakhir itu, Rini didampingi oleh Sekretaris DPRD Kota Palu Nawab Kursaid serta perwakilan dari Dinas PU, Dinas Penataan Ruang dan Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Dukcapil serta pihak Kecamatan Mantikulore.
Hadir pula Nurnaningsih dan Julinda Woy sebagai tim pendamping reses. Adapun reses Rini di Kecamatan Mantikulore ini, pelaksanaannya dikoordinir oleh Bayu Febrianto, Agussalim serta Yulianti Pakiding. (Fad)
















